Jumat, 22 Mei 2020

Selamat Hari Raya Idul Fitri


Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah akan segera berakhir dan meninggalkan kita, di depan sana kita sambut bulan Syawal yang indah dan suci akan segera tiba. Tiada kata yang bisa diucapkan untuk menyambut kehadirannya, kecuali sebuah permohonan maaf dan iringan doa. Semoga kita semua senantiasa dijaga kesehatannya, panjang usia, melimpah rejeki dan barakah, sehingga kita masih bisa beribadah sampai berjumpa kembali dengan bulan ramadhan tahun depan. Stay Safe and Healthy. Stay at home dengan bersabar di rumah aja, semoga wabah pandemi Covid-19 segera berakhir.



Segenap Tim Imtaq Al-Hikmah SMP Negeri 4 Ngawi mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. 
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin.

Sabtu, 25 April 2020

KEGIATAN DARING RAMADHAN 1441 H/2020 M DI SMP NEGERI 4 NGAWI


Assalamualaikum wr.wb.


Mendasar Surat Edaran dari Kantor Dinas Pendidikan dan Kemenag Kab Ngawi tentang pelaksanaan Kegiatan Keagamaan pada bulan Ramadhan 1441 H/2020 M pada masa pandemi Covid-19, SMP Negeri 4 Ngawi insya Allah menyusun dan melaksanakan kegiatan Ramadhan sbb :

1.      Peserta didik melaksanakan kegiatan Ramadhan di rumah dengan pemantauan dari Guru PAI dengan tehnis :

a.      Pemantauan Daring melalui Format google form berupa Pemantauan Pembiasaan akhlaq  Mulia dan ibadah siswa

b.      Pemantauan Luring dengan Laporan siswa berupa  format excell yang diisi siswa setiap hari selama bulan ramadhan dan dikumpulkan setelah hari raya.



2.      Kegiatan Nuzulul Qur’an,  pada tanggal 17 Ramadhan 1441 H, dengan program kegiatan :

a.      Melaksanakan Sholat Dhuha antara  pk. 08.00 – 10.00

b.      Membaca Al-qur’an serentak setiap siswa 1 juz atau semampunya dibagi sesuai kelas masing2, direncanakan antara pk. 10.00 – 11.30 dan atau pk. 12.00 – 13.00 pada hari AHAD, tanggal 10 Mei 2020




Keterangan Tambahan :

Mohon bantuan bpk/ibu Wali Kelas, Pengurus OSIS seksi Keagamaan dan Ketua Kelas agar pelaksanaan bisa berjalan sesuai yang kita harapkan, mohon disosialisasikan di group kelas masing-masing.

Jangan lupa setiap siswa untuk selalu tertib & istiqomah mengisi form jurnal ibadah kegiatan Ramadhan selama di rumah setiap hari ( Puasa, Sholat, Tadarus  & baca buku-buku pengetahuan agama dll)

Selamat menjalankan ibadah puasa, Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang bertaqwa sebagaimana harapan Allah pada ayat tentang perintah ibadah puasa... DAN SEMOGA COVID-19 SEGERA BERAKHIR DENGAN IZIN ALLAH SWT. Aamiin Ya Robbal alamiin (IR).



Wassalam



GURU PAI

Tim Imtaq Al Hikmah

SMP Negeri  4 NGAWI

Senin, 06 April 2020

MENGELOLA WAKTU SAAT BELAJAR DI RUMAH




Hari ini memasuki minggu keempat dan entah sampai kapan siswa masih dirumahkan alias belajar di rumah dengan sistem tugas dari guru secara online sesuai dengan situasi dan kondisi.. …. Saat seperti ini tentu kita masih akan menunggu waktu yang baik, waktu yang nantinya dinyatakan oleh pemerintah bahwa kita sudah dalam kondisi  aman.
 Dengan  kondisi seperti sekarang ini, dimana siswa menerima tugas dari Bapak/Ibu Guru dari rumah, ada siswa yang bisa menggunakan untuk belajar dengan baik, ada yang sambil bermain di HP, chatting dengan teman dsb.  

Hari-hari ini tidak sedikit siswa yang dilanda kejenuhan, tidak sedikit siswa yang dengan bertambahnya waktu di rumah merasa jenuh dan jenuh, karena harus selalu tinggal di rumah tidak bisa ketemu dengan teman tidak ketemu guru, bahkan ada yang berkelakar tidak mendapatkan jatah uang saku sebagaimana saat masuk sekolah. Meski hal tersebut dilakukan sebenarnya juga untuk kebaikan dirinya, dan itupun insya Allah hanya untuk sementara waktu saja tidak seterusnya.
 Seorang siswa yang baik dan cerdas tidak perlu bosan menghadapi kondisi ini. Sebab ia memiliki segudang alternatif aktivitas yang positif apabila mau mengelola dengan baik pasti tidak akan membosankan.

Pada kesempatan ini ingin kami sampaikan contoh pengelolaan waktu sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadits berikut ini :
عَÙ†ْ عُÙ‚ْبَØ©َ بْÙ†ِ عَامِرٍ رضي الله عنه Ù‚َالَ: Ù‚ُÙ„ْتُ: ÙŠَا رَسُولَ اللهِ Ù…َا النَّجَاةُ؟ Ù‚َالَ: امْÙ„ِÙƒْ عَÙ„َÙŠْÙƒَ Ù„ِسَانَÙƒَ، ÙˆَÙ„ْÙŠَسَعْÙƒَ بَÙŠْتُÙƒَ، ÙˆَابْÙƒِ عَÙ„َÙ‰ Ø®َØ·ِيئَتِÙƒَ.

Dari Uqbah bin Amir ra, dia pernah bertanya kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan itu?”. Beliau Nabi saw menjawab : “Jaga lisanmu. Tinggallah di rumahmu. Tangisilah dosa-dosamu”.  (HR. Tirmidzi dan beliau menyatakan hadits ini hasan).

Dari isi hadits diatas terdapat pesan yang singkat dan padat, yang sangat penting untuk kita renungi dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di masa sulit seperti sekarang ini.

*Pertama : Menjaga Lisan*
Hindari kata-kata yang bernada protes atau tidak terima dengan keberadaan covid-19, baik yang langsung berupa suara dari lesan kita ataupun berupa  tulisan di media sosial. Sebab yang menakdirkan wabah ini adalah Allah Yang Maha Bijaksana. Yang menciptakan virus adalah Allah swt. Ingat bahwa Allah menciptakan segala sesuatu  di dunia ini pasti ada hikmah dan gunanya, hanya kita saja yang belum mengetahuinya.  Lebih baik lisan digunakan untuk berdzikir, berdoa,  menghafal dan membaca ayat-ayat al-Qur’an.
Waspada pula apabila menukil atau men-share berita yang belum jelas kebenarannya. Banyak info yang berseliweran di media sosial hari ini. Jangan sampai kita berperan aktif dalam menyebarkan hoax.  Apalagi yang mengakibatkan kepanikan orang banyak.

*Kedua : Tinggal di rumah*
Mengisolasi diri di rumah saat ini adalah sikap terbaik dan wajib dilakukan. Menghindari  segala aktivitas atau kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang sangat tidak dianjurkan atau dilarang dalam rangka memutus tali penyebaran atau penularan virus tersebut. Inilah sebabnya kegiatan siswa selama ini dirumahkan agar belajar di rumah, sampai batas waktu yang belum diketahui, tidak boleh bepergian kemana-mana agar virus tersebut tidak sampai kepada kita. Semua itu diterapkan dalam rangka upaya menjaga diri dari penyebaran atau ketertularan atau mungkin menulari orang lain. Sehingga tidak mencelakai diri sendiri atau mencelakai orang lain.

*Ketiga : Menangisi dosa-dosa dan kesalahan*
Kesibukan rata-rata orang hari-hari ini berkurang drastis. Berdiam diri di rumah, tidak berjualan, tidak ke sekolah, tidak beraktivitas di luar rumah. Suasana hening seperti ini adalah menjadi waktu yang pas untuk merenung dan mengevaluasi diri.  Menyadari betapa banyak tumpukan dosa yang menjulang tinggi yang telah kita lakukan sehari-hari. Lalu dengan begitu menjadi sadar dan mau menyesali diri,  sembari menangisi dosa-dosa tersebut yang selanjutnya mau bertaubat kepada Allah dan diganti dengan amal perbuatan yang baik yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Terlebih jika kita sadar bahwa bala’ atau bencana itu terjadi akibat dosa kita umat manusia. Sehingga cara terbaik dan bijaksana adalah untuk mengakhirinya  dengan cara bertaubat kepada Allah swt.

Masih merasa jenuh atau bingung di rumah mau ngapain ……?
Semoga waktu-waktu kita bisa bermanfaat.  
Amiin Ya Robbal alamiin..

Selasa, 17 Maret 2020

Mengenal Virus Corona (Covid 19)





Penyakit coronavirus atau penyakit virus corona  atau yang juga disebut corona virus disease 2019  (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan , ibu kota provinsi Hubei China, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemi koronavirus 2019-20 yang saat ini sedang berlangsung di sebagian antero belahan bumi ini.


Penyebaran utama coronavirus baru ini adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau cairan hidung.
Oleh karena itu saat ini kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang sangat tidak dianjurkan atau dilarang dalam rangka memutus tali penularan virus tersebut. Inilah sebabnya kegiatan siswa selama ini dirumahkan agar belajar di rumah, sampai batas waktu yang belum diketahui, tidak boleh bepergian kemana-mana agar virus tersebut tidak sampai kepada kita.

Adapun gejala umum orang yang terkena virus covid 19 adalah demam , batuk , dan sesak napas .
Gejala lain mungkin termasuk nyeri otot , diare , sakit tenggorokan , kehilangan bau , dan sakit perut. Sementara sebagian besar kasus mengakibatkan gejala ringan, beberapa berkembang menjadi pneumonia virus dan kegagalan multi organ

Kita dapat mengurangi resiko penularan jika rajin melakukan hal-hal berikut :
-Membersihkan tangan secara rutin dengan cairan pencuci tangan berbahan alkohol atau sabun dan air yang mengalir
-Menutupi hidung dan mulut dengan tisu atau siku yang ditekuk saat batuk dan bersin
-Menghindari kontak jarak dekat (1 meter atau 3 kaki) dengan siapapun yang memiliki gejala selesma atau flu
-Tidak mengunjungi lokasi atau daerah yang disitu dinyatakan sebagai wilayah bahaya karena ada yang terinfeksi virus

Itulah sedikit pengetahuan tentang Covid 19 yang saat ini harus kita waspadai penyebarannya. Mudah2an kita selalu dilindungi oleh Allah swt.