Kamis, 23 Mei 2013

INFO

Program kegiatan acara pelepasan klas IX direncanakan besok pada :
Hari          :  Kamis
Tanggal    :  30 Mei 2013
Waktu      :  jam 07.00 - 11.30 WIB
Tempat     :  halaman SMP Negeri 4 Ngawi
Kegiatan   : 1. Pentas kreativitas seni dan prestasi siswa
                    2. Upacara penyerahan kembali siswa kepada wali murid
Harap pengisi acara segera latihan mempersiapkan diri sesuai dengan rencana penampilan

2305132157


Minggu, 19 Mei 2013

ARTIKEL


  KEUTAMAAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

تَفْضُلُ صَلَاةُ الْجَمِيعِ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ وَحْدَهُ بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ جُزْءًا, وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ. ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ: إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Shalat berjama’ah lebih utama dibanding shalatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” Abu Hurairah kemudian berkata, “Jika mau silakan baca, “Sesungguhnya bacaan (shalat) fajar disaksikan (oleh para malaikat).”
(QS. Al Israa: 78). (HR. Al-Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه dia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”
(HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Usman bin Affan رضي الله عنه berkata: Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Jundab bin Abdillah Al-Qasri رضي الله عنه berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Penjelasan ringkas:

Shalat subuh merupakan shalat yang agung lagi disaksikan. Disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas di siang hari, karena pada saat shalat subuh itulah mereka bergantian, malakait malam naik ke langit dan malaikat siang turun ke bumi. Barangsiapa yang mengerjakannya secara berjamaah -dengan syarat dia juga mengerjakan shalat isya secara berjamaah- maka sungguh seakan-akan dia telah shalat semalam suntuk. Dan orang yang mengerjakan shalat subuh maka dia berada dalam tanggungan, jaminan, dan penjagaan dari Allah. Dialah yang akan mengambilkan haknya dari orang lain yang telah melanggar haknya dengan kezhaliman.
Semua keutamaan di atas hanya pantas didapatkan oleh seorang mukmin sejati. Karenanya shalat yang paling berat atas orang munafik adalah shalat subuh ini, karena mereka tidak pantas untuk mendapatkan semua keutamaan di atas.

--IR/190513--


Kamis, 09 Mei 2013

ARTIKEL



ADAB DALAM BERINTERAKSI TERHADAP AL QUR’AN 
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Dan berkatalah Rasul (Muhammad): "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang  diabaikan“ (QS Al Furqon : 30)
Yang dimaksud dengan “ mahjuuro” menurut *Tafsir Ibnu Katsir : tidak mempelajari, tidak menghafalkan, tidak mengimaninya, tidak mentadabburinya, tidak menjalankan perintahnya dan berpaling menuju yg lainnya > misalnya kepada koran, majalah, hape, internet, teve, pekerjaan, permainan dll

Fungsi Al Qur’an :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ  ( QS. Yunus : 57 )
Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit  (yang ada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Tujuh Interaksi terhadap Al Qur’an :
1.       Mendengarkan dan menyimak
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar  kamu mendapat rahmat ( QS. Al A’rof : 204 )
2.       Membaca dengan tartil

-          أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
dan bacalah Al Quran itu secara tartil (=perlahan-lahan) ( QS. Muzzammil : 4 )
-          والترتيل: أن يبين جميع الحروف، ويوفي حقها من الإشباع
-                            Bersama2 malaikat  >
-          « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».
-          "Orang yang membaca Al Qur'an dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala " (Muttafaq alaih )
-                            Menjadi syafaat di akherat  >
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
-          Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).
3.       Menjaga dan menghafalkan
-          إن الذي ليس في جوفه شيء من القرآن كالبيت الخرب
-          "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)
4.       Mentadabburi Al Qur’an
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Apakah mereka tidak mentadabburi alquran, ataukah pada hati-hati mereka (terletak) kunci gemboknya ?
5.       Belajar, mengajarkan dan mendakwahkan

                                وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ     .....tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani*, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu mempelajarinya (QS.  Ali Imron : 79)   (*pengabdi-pengabdi Allah)
6.       Mengamalkan dalam kehidupan
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? ( QS. Al Baqoroh : 44)
7.       Membela dan mensyi’arkan
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Barang siapa mengagungkan syiar Allah, maka itu adalah bagian dari ketakwaan dalam hati (QS.  Al Hajj : 32)
--IR/090513--



KEGIATAN

                Dalam persiapan menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini, SMP Negeri 4 Ngawi pada hari Jum'at tgl. 19 April 2013 yang lalu mengadakan kegiatan do'a bersama yang dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Sekolah H. Darto, S.Pd, M.Pd
                Acara do'a bersama yang bertempat di masjid Al-hikmah SMP Negeri 4 Ngawi diawali dengan pelaksanaan sholat dhuha dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Sekolah. Seluruh siswa klas IX  didampingi Bapak dan Ibu Guru dengan khusyu' dan penuh harap mengikuti acara tersebut sampai selesai. Usai sholat dibacakan do'a oleh Bapak Kepala sekolah yang isi pokoknya mohon kepada Allah swt agar siswa SMP Negeri 4 Ngawi yang mengikuti UN pada tahun ini dapat lulus 100 %. Kemudian pada pembinaan kepada para siswa Bpk Kepala sekolah mengharapkan agar siswa senantiasa berusaha baik secara lahir maupun batin, yaitu dengan belajar sungguh-sungguh, kemudian diusahakan pula dengan berdo'a dan beribadah kepada Allah dan terakhir tinggal tawakal atau pasrah kepada Allah agar usaha yang telah dilakukan selama ini dapat dikabulkan oleh Allah swt.
                 Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian motivasi kepada siswa oleh Drs. Irfan Budi Kustanto, MA selaku GPAI di SMP Negeri 4 Ngawi. Inti yang disampaikan adalah bahwa pada prinsipnya setiap manusia itu punya potensi yang harus dikembangkan. Belajar di sekolah merupakan salah satu ajang dalam mengembangkan potensi yang ada pada seseorang, sehingga kelak dewasa kita akan jadi bagaimana tergantung kepada apa yang dimiliki dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang didapat. Potensi seseorang harus berkembang dibarengi dengan dasar ajaran agama yang bersumber dari Allah swt dengan contoh akhlaqul karimah oleh Rasulullah Muhammad saw.
Acara diakhiri dengan do'a bersama yang dipimpin oleh Guru Pendidikan Agama Islam Drs. Irfan Budi Kustanto, MA