Jumat, 25 April 2014

KEGIATAN

KHUTBAH JUMAT HARI INI



Kegiatan rutin SMPN 4 Ngawi untuk Sholat Jumat 25 April 2014 diikuti oleh siswa klas 8.
Sebagai Imam dan Khatib adalah Bp Drs Irfan Budi Kustanto, MA
yang mengambil tema tentang SEBAB-SEBAB KERUSAKAN SUATU BANGSA.

Pada awal khutbah disampaikan Firman Allah dalam Q s . A l- Q a s h a s h :
59 yang artinya:



“Dan tidak adalah Tuhanmu
membinasakan kota-kota, sebelum Dia
mengutus di ibukota itu seorang Rasul
yang membacakan ayat-ayat Kami
kepada mereka; dan tidak pernah
(pula) Kami membinasakan kotakota;
kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kedlaliman”

Hal ini bisa dilihat dalam sejarah
zaman dahulu peristiwa-peristiwa
nyata yang dicatat sejarah dan
benar-benar pernah terjadi yaitu
hancur lebur, musnah dan
lenyapnya eksistensi suatu bangsa
zaman dahulu. Padahal mereka
seperti dikabarkan dalam AlQur’an
merupakan bangsa-bangsa
yang kuat, baik fisiknya maupun
ilmu pengetahuannya, seperti umat
Nabi Nuh as kaum Ad, Nabi Hud
as kaum Tsamud, Nabi Shalih as
kaum Sodom, Nabi Luth as, kaum
Nabi Syuaib as, Fir’aun dengan
kaumnya Nabi Musa as, dll.
Karena mereka menentang Rasul
mereka, bermaksiat kepada Allah
dan Rasul-Nya maka Allah
menghancurkan mereka.
Sebagaimana firman Allah dalam
Q.s. Asy-Syura: 30;
“Dan apa saja musibah yang
menimpa kamu maka adalah
disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah
memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu)”.

Itulah musibah atau azab atau
peringatan dari Allah Swt untuk
umat-umat terdahulu.
Sebagaimana Rasulullah shalallahu
alaihi wasalam bersabda yang artinya:
Wahai Muhajirin, ada 5
perkara (sebab kehancuran). Jika
kalian ditimpa 5 perkara tersebut,
 aku berlindung kepada Allah
agar kalian tidak menjumpainya:
• Jika muncul perbuatan zina
pada kaum dan melakukan
secara terang-terangan maka
akan menyebar di tengahtengah mereka wabah tha’un
(penyakit) dan kelaparan
yang belum pernah terjadi
pada nenek moyang sebelum
mereka.
• Jika mengurangi takaran dan
timbangan maka akan
ditimpakan pada mereka
paceklik, dan kesusahan
hidup dan kesewenang-
wenangan (kedlaliman) para
penguasa atas mereka.
• Jika mereka menahan zakat
harta mereka akan ditahan
hujan untuk mereka,
seandainya bukan karena
hewan ternak, niscaya tidak
akan turun hujan atas mereka.
• Jika mereka melanggar
perjanjian yang ditetapkan
Allah SwT, dan Rasul-Nya
melainkan Allah akan
menguasakan musuh-musuh
dari luar kalangan mereka
atas mereka, lalu merampas
sebagian yang ada di tangan
mereka.
• Selama pemimpin-peminpin
mereka tidak berhukum
kepada kitabullah dan
memilih yang terbaik dari
yang diturunkan Allah maka
Allah akan jadikan musibah
di antara mereka sendiri.”
(HR. Ibnu Majah no. 4019
dishahihkan oleh Al-Albani di
no.106, dari Hadist Abdullah
bin Umar).

Oleh karena itu marilah kita hentikan semua
perbuatan syirik, bid’ah dan
segala macam kemaksiatan.
Kemudian kita bertaubat kepada
Allah Swt, memohon ampun atas
segala kemaksiatan yang kita
la k u k a n .
A lla h swt b e r f ir ma n :
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan
Allah. Maka janganlah kamun menyembah seseorang pun di
dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (Al-Jin: 18)

Artinya, suatu bangsa jika
ingin selamat haruslah bertauhid
kepada Allah SwT, sehingga
budaya-budaya syirik seperti:
Perdukunan, paranormal, sedekah
laut/bumi, pengisian kekebalan
dan sebangsanya harus diberantas
sampai keakar-akarnya. Dan
diganti dengan kehidupan ibadah
k e p a d a Alla h s e ma ta , s e b a g a ima n a
firman Allah SwT yang artinya:
“Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu ambil
menjadi teman kepercayaanmu
orang-orang yang, di luar
kalanganmu (karena) mereka
tidak henti-hentinya
(menimbulkan) kemudlaratan
bagimu. Mereka menyukai apa
yang menyusahkan kamu. Telah
nyata kebencian dari mulut
mereka, dan apa yang
disembunyikan oleh hati mereka
adalah lebih besar lagi. Sungguh
telah Kami terangkan kepadamu
ayat-ayat (Kami), jika kamu
memahaminya,” (QS. Al-Imran: 118).


Sebagai penutup khutbah sekali lagi Khatib mengajak pribadi
dan jamaah untuk senantiasa
meningkatkan iman dan takwa
dengan sesungguhnya.
Sebab utama dan pertama
terjadinya bencana, malapetaka,
krisis dan sebagainya adalah
akibat ulah tangan-tangan manusia
itu sendiri.(IR)