Memasuki bulan September 2019 bertepatan dengan datangnya
bulan Muharram 1441 H SMP Negeri 4 Ngawi
bertekad untuk menuntaskan atau lebih tepatnya meminimalisir siswa dari buta
baca tulis Alquran, dengan menerapkan program Tarsana sebagai salah satu metode
membaca Alquran secara cepat dan menyenangkan. Dengan langkah ini siswa yang
masih belum bisa baca huruf Alquran diharapkan sudah bisa membaca dengan
bimbingan tutor teman sebaya di tiap kelas serta dibantu oeh para pendamping
kelas sebagai pemantau dan didampingi pula oleh Bapak/Ibu Guru sebagai pembina
pendamping.
Launching dan harapan disampaikan saat pembinaan Upacara Bendera oleh Bapak Kepala Sekolah Drs. Moch.
Darorul Munir, M.Si pada hari Senin tanggal 2 September 2019, dengan program
ini harapannya bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai program "sukses satu
bulan Tarsana" yaitu sejak tanggal 1 sampai 30 September 2019. Oleh karena itu diharap dukungan
dan partisipasi atau keikut sertaan seluruh siswa (khususnya yang belum bisa baca huruf Alqur'an) dan peran Bapak/ibu Guru
Pembina pendamping di kelas masing-masing agar program ini berjalan dengan baik
dan sukses.
Latar belakang
Ada sebagian siswa yang malas
membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat petunjuk untuk kehidupan manusia
di dunia dan keselamatan hidup di akherat kelak.
Sebagian siswa lagi merasa
tidak punya waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalam membaca Al Quran
terdapat pahala yang besar, selain dinilai sebagai sebuah ibadah. Sebagian lagi merasa
tidak sanggup belajar Al Quran karena sulit katanya, padahal membacanya sangat
mudah dan sangat mendatangkan kebaikan.
Sebenarnya sejak SD mereka sudah belajar huruf Al Qur'an di lingkungan masing-masing, baik di TPA, Madrasah sore atau di Masjid dan Mushola terdekat. Namun umumnya ketika siswa sampai di kelas 5 atau 6 mereka berhenti ngaji yang biasanya mau belajar di TPA (Taman Pendidikan Alqur'an) atau Masjid sudah tidak lagi mau belajar Al Qur'an dengan berbagai alasan.
ان الَّذِينَ يَتْلُونَ
كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا
وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
لِيُوَفِّيَهُمْ
أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“Sesungguhnya
orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan
menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan
diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak
akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan
menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).
Dari manakah sisi tidak
meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran ?
- Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ
فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Siapa
yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan
tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak
mengatakan الم
satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan
dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن
مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ
تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ
حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ
أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ
حَسَنَاتٍ
.“Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Pelajarilah
Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku
tidak mengatakan itu untuk الم , akan tetapi untuk untuk
Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di
dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).
Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim
siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan
mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya
kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik
orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau
tidak.
- Kebaikan akan menghapuskan kesalahan. إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ}] “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)
- Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah.
عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ
رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ
بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»
“Tamim Ad Dary ra berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada
suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad
dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).
4. Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di
dalam shalat.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ
رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه
وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ
ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ
يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ
عِظَامٍ سِمَانٍ
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah
seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta
yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga
ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang
hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).
Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan
عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ
الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ
وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ »
“Aisyah radhiyallahu
‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat
yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al
Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka
baginya dua pahala” (HR. Muslim).
Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at
عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه
قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا
الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Abu Umamah Al Bahily ra
berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Bacalah Al
Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi
syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim). -IR*