Rabu, 12 Maret 2014

KEGIATAN

PISAH KENAL KEPALA SMP NEGERI 4 NGAWI


Hari Rabu Kliwon, 12 Maret 2014 adalah merupakan waktu pilihan bagi Panitia untuk mengadakan acara pisah kenal Kepala SMP Negeri 4 Ngawi dari  Bapak H. Darto, S.Pd, M.Pd yang selanjutnya mendapat tugas sebagai Kepala SMP Negeri 1 Ngawi di Jl. Ronggowarsito Ngawi digantikan oleh Ibu Dra. Ari Yuni Purwati, M.Pd yang sebelumnya sebagai Kepala SMP Negeri 3 di Jl. Solo Km. 3 Watualang Ngawi.

Acara dimulai pk. 09.00 dengan pre acara berupa hiburan kesenian dari siswa-siswi SMPN 4 Ngawi dan juga dari Batara Band. Ketika pk. 10.00 Ibu Dra. Ari Yuni Purwati, M.Pd beserta rombongan datang langsung disambut dan diterima oleh Bapak H. Darto, S.Pd, M.Pd kemudian acara dimulai dengan pembacaan ayat2 suci Al Qur’an.

Acara berikutnya berurutan dari prakata Panitia, dilanjut dengan kata2 pamitan dari KS lama yang diselingi dengan seni musik dan puisi oleh group teater SMPN 4 Ngawi dibawah bimbingan Pak Suwoto. Suasana penuh haru dan tangisan saat anak2 menyatakan sesuatu lewat seni teaternya kepada Bapak Kepala sekolah yang akan meninggalkan mereka. Tak urung Bapak Kepala Sekolah dan para Tamu Undangan yang hadir saat itu larut dalam suasana haru. Kemudian acara dilanjut dengan kata2 perkenalan dari KS yang baru, dan diteruskan dengan sambutan dari Kantor Dinas Pendidikan Kab. Ngawi serta sambutan wakil dari Guru/Karyawan SMP Negeri 4 Ngawi.

Hadir pada acara tersebut, dari Dinas Pend Kab. Ngawi, Kepala SMPN se wilayah Korwil Ngawi Tengah, Komite Sekolah, Bapak/Ibu Guru SMPN 3 Ngawi, Guru dan Karyawan SMPN 4 Ngawi beserta suami/isteri dan Undangan lainnya. Acara ditutup pk. 12.15 setelah pembacaan do’a kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.

Seusai shalat Dhuhur tepatnya pk. 13.00 seluruh Guru dan Karyawan SMP Negeri 4 Ngawi mengantarkan pulangnya Bapak H. Darto, S.Pd, M.Pd sampai di rumah Branjangan Beran Ngawi dengan naik Kereta Mini melalui jalur Ngawi Kota. ”Dengan acara ceremonial semacam ini, diantara kita semoga tidak akan terjadi istilah ‘pisah’ hanya karena berbeda tempat tugas. Diantara kita masih tetap ‘satu’ dengan catatan apabila diantara kita tetap masih saling berhubungan secara sosial kemasyarakatan” Demikian harapan dari Bapak H. Darto.  (ir)