Jumat, 28 Februari 2014

Kegiatan

INTI KHUTBAH HARI INI


Kegiatan Shalat Jumat SMP Negeri 4 Ngawi hari ini dilaksanakan dan diikuti oleh kelas 8. Petugas Khotib Bapak Priono S.Pd. Topik pembicaraan adalah mengenai upaya penyelamatan bumi yang kondisinya semakin mengkhawatirkan. Fenomena pemanasan global yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, seperti pencairan es di kutub, longsor, banjir, badai tropis, pencemaran air dan udara, merupakan bukti bahwa bumi semakin rusak. Karenanya Khutbah Jum'at di Masjid Al Hikmah kali ini pada edisi 28 Rabiuts tsani 1435 H yang bertepatan dengan 28 Pebruari 2014 mengambil tema: Menjaga Bumi.

Pada awal khutbahnya dikatakan bahwa : Di negeri kita, bencana demi bencana sering terjadi. Yang semula mungkin tidak pernah terpikirkan. Saat kemarau, maka yang datang adalah kemarau panjang. Akibatnya, air sulit dicari, pertanian gagal panen, dan sebagainya. Sementara jika musim hujan datang, seringkali yang dirasakan bukan hujan sebagai rahmat, tetapi hujan yang membawa bencana dan bahaya bagi kehidupan manusia yaitu banjir.
Kerusakan laut juga luar biasa. Jumlah ikan menjadi berkurang cukup signifikan. Bahkan beberapa jenis ikan sudah punah. Data terbaru menunjukkan di tingkat dunia 77 persen dari 441 spesies ikan sudah diambang kepunahan.

Penyebab rusaknya bumi dan berbagai bencana yang terjadi dan menimpa penduduk negeri kita ini, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dsb bisa diklasifikasikan menjadi dua.

1. Penyebab tidak langsung adalah seperti yang dikatakan Ibnu Qayyim dan Imam Asy-Syaukani saat menjelaskan ayat-ayat tentang kerusakan bumi (QS. Ar Ruum : 41), yaitu syirik kepada Allah swt dan melakukan perbuatan maksiat kepada-Nya. Bahkan pada  ayat yang lain, Allah swt berfirman dalam bentuk nahy (larangan) secara tegas dan jelas agar manusia tidak berbuat kerusakan di muka bumi Allah ini (QS. Al A’raaf : 56 )

Mungkin kita akan bertanya : bagaimana mungkin syirik kepada Allah dan bermaksiat kepada-Nya, (misalnya meninggalkan shalat dan melakukan zina), bisa membuat bumi menjadi rusak? Jawabannya adalah karena Allah SWT yang menciptakan bumi ini dan telah menggariskan hukumnya. Ia telah berjanji bahwa rezeki akan dibukakan kepada siapa yang beriman dan bertaqwa, sebaliknya, jika manusia durhaka kepada Allah SWT maka yang didatangkan adalah siksa diantaranya berupa bencana alam dan musibah demi musibah (QS. Al A’raaf : 96).

2. Penyebab kedua adalah penyebab langsung. Yakni aktifitas-aktifitas yang dampak atau akibatnya bisa langsung diamati dan dibuktikan secara indrawi berefek pada kerusakan bumi. Sebenarnya kategori ini juga masih masuk dalam ungkapan Ibnu Qayyim dan Imam Syaukani serta para mufassirin yakni perbuatan maksiat. Hanya saja ini adalah maksiat khusus yang merupakan pelanggaran terhadap hubungan baik dengan alam (hablum minal alam).

Salah satu contohnya adalah menebang hutan secara liar. Sehingga jumlah pepohonan semakin sedikit. Lahan hijau semakin sempit. Akhirnya udara yang sudah sedemikian tercemar tidak bisa dibersihkan atau dinetralisir, termasuk akibat yang lain seperti terjadinya banjir dan tanah longsor.

Sementara Islam justru memotivasi umatnya untuk gemar menanam pohon demi pelestarian dan penyelamatan bumi tercinta ini. Apabila itu yang dilakukan tidak hanya kebaikan dunia yang akan diperolehnya, tetapi juga pahala di akhirat.

مَا مِنْ مُسْلِمٍ غَرَسَ غَرْسًا فَأَكَلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ دَابَّةٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً

Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah. (HR. Bukhari).

Kamis, 13 Februari 2014



Hukum Merayakan Valentine dalam Islam
 Breaking News
February 11
10:16 2014
Sebentar lagi hari Valentine menjelang. Merayakan valentine bagi kaum muslim itu tidak boleh, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut,” (HR. At-Tirmidzi).
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram“.
Mengapa? karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan, ”Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh”, karena alasan berikut :
Pertama : Ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.
Kedua : Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita).
Contoh kasus : ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.
Semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.
Di dalam ayat lainnya, artinya, ” Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22).
Jadi, kesimpulan dari hukum Perayaan Valentine adalah sebagai berikut :
Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.
Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.
Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.
Valentine’s Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine’s tersebut. [mm]

Rabu, 12 Februari 2014

Assalamu'alaikum wr.wb.
Mohon maaf kepada semua saja yang pernah mampir disini, karena kesibukan admin untuk beberapa waktu terakhir tidak bisa update data. Mudah2an setelah ini kami bisa kembali menyajikan sesuatu yg bisa bermanfaat bagi kita semua.

Selamat beraktifitas, sukses selalu......
Wassalamu'alaikum wr.wb