Hari ini memasuki minggu keempat dan entah sampai kapan siswa
masih dirumahkan alias belajar di rumah dengan sistem tugas dari guru secara
online sesuai dengan situasi dan kondisi.. …. Saat seperti ini tentu kita masih
akan menunggu waktu yang baik, waktu yang nantinya dinyatakan oleh pemerintah
bahwa kita sudah dalam kondisi aman.
Dengan kondisi
seperti sekarang ini, dimana siswa menerima tugas dari Bapak/Ibu Guru dari
rumah, ada siswa yang bisa menggunakan untuk belajar dengan baik, ada yang
sambil bermain di HP, chatting dengan teman dsb.
Hari-hari ini tidak sedikit siswa yang dilanda kejenuhan, tidak
sedikit siswa yang dengan bertambahnya waktu di rumah merasa jenuh dan jenuh, karena
harus selalu tinggal di rumah tidak bisa ketemu dengan teman tidak ketemu guru, bahkan
ada yang berkelakar tidak mendapatkan jatah uang saku sebagaimana saat masuk sekolah.
Meski hal tersebut dilakukan sebenarnya juga untuk kebaikan dirinya, dan itupun
insya Allah hanya untuk sementara waktu saja tidak seterusnya.
Seorang siswa yang baik dan cerdas tidak perlu bosan
menghadapi kondisi ini. Sebab ia memiliki segudang alternatif aktivitas yang positif
apabila mau mengelola dengan baik pasti tidak akan membosankan.
Pada kesempatan ini ingin kami sampaikan contoh pengelolaan
waktu sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadits berikut ini :
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رضي الله عنه قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ
مَا النَّجَاةُ؟ قَالَ: امْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ
عَلَى خَطِيئَتِكَ.
Dari Uqbah bin Amir ra, dia pernah bertanya kepada Nabi saw,
“Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan itu?”. Beliau Nabi saw menjawab : “Jaga
lisanmu. Tinggallah di rumahmu. Tangisilah dosa-dosamu”. (HR. Tirmidzi dan beliau menyatakan hadits ini
hasan).
Dari isi hadits diatas terdapat pesan yang singkat dan
padat, yang sangat penting untuk kita renungi dan praktekkan dalam kehidupan
sehari-hari, apalagi di masa sulit seperti sekarang ini.
*Pertama : Menjaga Lisan*
Hindari kata-kata yang bernada protes atau tidak terima
dengan keberadaan covid-19, baik yang langsung berupa suara dari lesan kita ataupun berupa
tulisan di media sosial. Sebab yang
menakdirkan wabah ini adalah Allah Yang Maha Bijaksana. Yang menciptakan virus
adalah Allah swt. Ingat bahwa Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini pasti ada hikmah dan gunanya,
hanya kita saja yang belum mengetahuinya. Lebih baik lisan digunakan untuk berdzikir,
berdoa, menghafal dan membaca ayat-ayat al-Qur’an.
Waspada pula apabila menukil atau men-share berita yang belum jelas
kebenarannya. Banyak info yang berseliweran di media sosial hari ini. Jangan
sampai kita berperan aktif dalam menyebarkan hoax. Apalagi yang mengakibatkan kepanikan orang
banyak.
*Kedua : Tinggal di rumah*
Mengisolasi diri di rumah saat ini adalah sikap terbaik dan
wajib dilakukan. Menghindari segala
aktivitas atau kegiatan yang bersifat mengumpulkan
banyak orang sangat tidak dianjurkan atau dilarang dalam rangka memutus tali penyebaran
atau penularan virus tersebut. Inilah sebabnya kegiatan siswa selama ini
dirumahkan agar belajar di rumah, sampai batas waktu yang belum diketahui, tidak
boleh bepergian kemana-mana agar virus tersebut tidak sampai kepada kita. Semua
itu diterapkan dalam rangka upaya menjaga diri dari penyebaran atau ketertularan
atau mungkin menulari orang lain. Sehingga tidak mencelakai diri sendiri atau
mencelakai orang lain.
*Ketiga : Menangisi dosa-dosa dan kesalahan*
Kesibukan rata-rata orang hari-hari ini berkurang drastis. Berdiam
diri di rumah, tidak berjualan, tidak ke sekolah, tidak beraktivitas di luar
rumah. Suasana hening seperti ini adalah menjadi waktu yang pas untuk merenung
dan mengevaluasi diri. Menyadari betapa
banyak tumpukan dosa yang menjulang tinggi yang telah kita lakukan sehari-hari.
Lalu dengan begitu menjadi sadar dan mau menyesali diri, sembari menangisi dosa-dosa tersebut yang
selanjutnya mau bertaubat kepada Allah dan diganti dengan amal perbuatan yang
baik yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Terlebih jika kita sadar bahwa bala’ atau bencana itu
terjadi akibat dosa kita umat manusia. Sehingga cara terbaik dan bijaksana adalah
untuk mengakhirinya dengan cara bertaubat
kepada Allah swt.
Masih merasa jenuh atau bingung di rumah mau ngapain ……?
Semoga waktu-waktu kita bisa bermanfaat.
Amiin Ya Robbal alamiin..