Kamis, 09 Mei 2013

ARTIKEL



ADAB DALAM BERINTERAKSI TERHADAP AL QUR’AN 
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Dan berkatalah Rasul (Muhammad): "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang  diabaikan“ (QS Al Furqon : 30)
Yang dimaksud dengan “ mahjuuro” menurut *Tafsir Ibnu Katsir : tidak mempelajari, tidak menghafalkan, tidak mengimaninya, tidak mentadabburinya, tidak menjalankan perintahnya dan berpaling menuju yg lainnya > misalnya kepada koran, majalah, hape, internet, teve, pekerjaan, permainan dll

Fungsi Al Qur’an :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ  ( QS. Yunus : 57 )
Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit  (yang ada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Tujuh Interaksi terhadap Al Qur’an :
1.       Mendengarkan dan menyimak
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar  kamu mendapat rahmat ( QS. Al A’rof : 204 )
2.       Membaca dengan tartil

-          أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
dan bacalah Al Quran itu secara tartil (=perlahan-lahan) ( QS. Muzzammil : 4 )
-          والترتيل: أن يبين جميع الحروف، ويوفي حقها من الإشباع
-                            Bersama2 malaikat  >
-          « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».
-          "Orang yang membaca Al Qur'an dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala " (Muttafaq alaih )
-                            Menjadi syafaat di akherat  >
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
-          Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).
3.       Menjaga dan menghafalkan
-          إن الذي ليس في جوفه شيء من القرآن كالبيت الخرب
-          "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)
4.       Mentadabburi Al Qur’an
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Apakah mereka tidak mentadabburi alquran, ataukah pada hati-hati mereka (terletak) kunci gemboknya ?
5.       Belajar, mengajarkan dan mendakwahkan

                                وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ     .....tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani*, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu mempelajarinya (QS.  Ali Imron : 79)   (*pengabdi-pengabdi Allah)
6.       Mengamalkan dalam kehidupan
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? ( QS. Al Baqoroh : 44)
7.       Membela dan mensyi’arkan
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Barang siapa mengagungkan syiar Allah, maka itu adalah bagian dari ketakwaan dalam hati (QS.  Al Hajj : 32)
--IR/090513--



Tidak ada komentar:

Posting Komentar