ADAB DALAM BERINTERAKSI TERHADAP AL
QUR’AN
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا
الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Dan berkatalah Rasul (Muhammad): "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku
menjadikan Al Quran itu sesuatu yang
diabaikan“ (QS Al Furqon : 30)
Yang dimaksud dengan “ mahjuuro” menurut *Tafsir Ibnu Katsir : tidak
mempelajari, tidak menghafalkan, tidak mengimaninya, tidak mentadabburinya, tidak
menjalankan perintahnya dan berpaling menuju yg lainnya > misalnya kepada koran,
majalah, hape, internet, teve, pekerjaan, permainan dll
Fungsi Al Qur’an :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ
وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ( QS. Yunus : 57 )
Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran (Al
Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit
(yang ada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman.
Tujuh Interaksi terhadap Al Qur’an :
1.
Mendengarkan dan
menyimak
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا
لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
dan apabila dibacakan Al Quran, Maka
dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( QS. Al A’rof : 204 )
2. Membaca dengan tartil
-
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
dan bacalah Al Quran itu secara
tartil (=perlahan-lahan) ( QS. Muzzammil : 4 )
-
والترتيل: أن يبين جميع الحروف، ويوفي حقها من الإشباع
-
Bersama2 malaikat >
-
« الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ
الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ
عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».
-
"Orang yang membaca Al
Qur'an dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan
baik. Dan orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua
pahala " (Muttafaq alaih )
-
Menjadi syafaat di akherat >
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
-
“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan
menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).
3.
Menjaga dan
menghafalkan
-
إن الذي ليس في جوفه شيء من القرآن كالبيت الخرب
-
"Orang yang tidak
mempunyai hafalan Al Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau
runtuh." (HR. Tirmidzi)
4.
Mentadabburi Al
Qur’an
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Apakah mereka tidak mentadabburi alquran,
ataukah pada hati-hati mereka (terletak) kunci gemboknya ?
5. Belajar, mengajarkan dan mendakwahkan
وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ
الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ .....tetapi (dia berkata): "Hendaklah
kamu menjadi orang-orang rabbani*, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan
disebabkan kamu mempelajarinya (QS. Ali
Imron : 79) (*pengabdi-pengabdi Allah)
6. Mengamalkan dalam kehidupan
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ
وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan)
kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu
membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? ( QS. Al Baqoroh : 44)
7. Membela dan mensyi’arkan
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى
الْقُلُوبِ
Barang siapa mengagungkan syiar
Allah, maka itu adalah bagian dari ketakwaan dalam hati (QS. Al Hajj : 32)
--IR/090513--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar