Salah satu
persiapan menghadapi
pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini, SMP Negeri 4 Ngawi pada hari Kamis
tgl. 30 April 2015 mengadakan kegiatan do'a bersama yang dipimpin langsung oleh
Guru PAI bersama Wakasek urusan Kesiswaan.
Acara do'a bersama yang bertempat di masjid Al-Hikmah, masjid kebanggaan SMP Negeri 4 Ngawi diawali dengan pelaksanaan sholat dhuha dipimpin langsung oleh Guru PAI Drs. Irfan Budi Kustanto, MA kemudian dilanjutkan dengan sholat hajat. Sebelumnya disampaikan muqodimah kepada siswa tentang pentingnya do’a bagi kehidupan manusia. Manusia yang enggan untuk berdoa adalah manusia sombong. Kebanyakan manusia setiap saat selalu berdo’a kepada Allah, namun kadang permohonannya belum dikabulkan oleh Allah swt. Dalam penjelasannya Drs. Irfan mengambil sebuah riwayat atau kisah dari Syaqiq Al Balkhi yang mengatakan : “pada suatu hari Ibrahim Bin Adham (Abu Ishaq) berjalan di pasar Basrah lalu ia dikelilingi oleh orang ramai dan mereka bertanya kepadanya : “Wahai Abu Ishaq, apa yang menyebabkan kami selalu berdoa kepada Allah swt namun tidak pernah dikabulkan.?” Bukankah Allah SWT telah berfirman : “Mintalah olehmu sekalian kepada Ku niscaya Aku kabulkan”. Dan kami telah satu tahun berdoa dan doa kami belum juga dikabulkan oleh allah swt!”. Ibrahim bin Adham menjawab : “Bagaimana Allah hendak mengabulkan doa kamu sedangkan hatimu tertutup oleh 10 perkara”, yaitu :
Acara do'a bersama yang bertempat di masjid Al-Hikmah, masjid kebanggaan SMP Negeri 4 Ngawi diawali dengan pelaksanaan sholat dhuha dipimpin langsung oleh Guru PAI Drs. Irfan Budi Kustanto, MA kemudian dilanjutkan dengan sholat hajat. Sebelumnya disampaikan muqodimah kepada siswa tentang pentingnya do’a bagi kehidupan manusia. Manusia yang enggan untuk berdoa adalah manusia sombong. Kebanyakan manusia setiap saat selalu berdo’a kepada Allah, namun kadang permohonannya belum dikabulkan oleh Allah swt. Dalam penjelasannya Drs. Irfan mengambil sebuah riwayat atau kisah dari Syaqiq Al Balkhi yang mengatakan : “pada suatu hari Ibrahim Bin Adham (Abu Ishaq) berjalan di pasar Basrah lalu ia dikelilingi oleh orang ramai dan mereka bertanya kepadanya : “Wahai Abu Ishaq, apa yang menyebabkan kami selalu berdoa kepada Allah swt namun tidak pernah dikabulkan.?” Bukankah Allah SWT telah berfirman : “Mintalah olehmu sekalian kepada Ku niscaya Aku kabulkan”. Dan kami telah satu tahun berdoa dan doa kami belum juga dikabulkan oleh allah swt!”. Ibrahim bin Adham menjawab : “Bagaimana Allah hendak mengabulkan doa kamu sedangkan hatimu tertutup oleh 10 perkara”, yaitu :
- Engkau mengenal Allah swt, tetapi tidak menunaikan hak-Nya
- Engkau membaca kitab Allah swt (Al Qur’an), tetapi tidak mau melaksanakan isinya
- Engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi engkau mengikuti tuntunannya
- Engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunnah beliau
- Engkau mengaku senang surga, tetapi tidak mau berbuat menuju kepadanya
- Engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa
- Engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya
- Engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri
- Engkau makan rezeki Allah swt, tetapi tidak bersyukur kepada-Nya
- Engkau menguburkan orang-orang yang meninggal dunia, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.
Seluruh siswa klas 9 yang didampingi Bapak
dan Ibu Guru dengan tertib,
khusyu' dan penuh harap mengikuti acara tersebut sampai selesai.
Usai sholat dibacakan do'a yang isi pokoknya mohon kepada Allah swt agar siswa
SMP Negeri 4 Ngawi yang mengikuti UN pada tahun ini diberikan
ilmu yang bermanfaat, diberi kemudahan dalam berfikir, kemudahan dalam
mengerjakan soal sehingga peserta ujian dapat lulus 100 %.
Acara dilanjutkan dengan
tausiyah oleh Guru PAI yakni Ibu Pujiningsih, M.Pd.I yang pada intinya menyampaikan bahwa dalam
menghadapi UN diharapkan siswa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,
percaya diri, belajar dan jangan lupa minta doa restu kepada orang tua yang di
rumah yaitu ayah dan ibu, maupun di sekolah yaitu bapak dan ibu guru.
Kemudian acara pembinaan kepada
para siswa,
Ibu Kepala Sekolah yang diwakili oleh Bp. Gunari, M.Pd.
selaku wakasek Kurikulum mengharapkan agar siswa senantiasa
berusaha secara lahir maupun batin, yaitu dengan belajar sungguh-sungguh,
kemudian diusahakan pula dengan berdo'a dan beribadah kepada Allah swt dan terakhir tawakal
atau pasrah kepada Allah agar usaha yang telah dilakukan selama ini dapat
dikabulkan oleh Allah swt. Terakhir Bp. Gunari M.Pd juga berpesan agar para siswa hari
ini minta doa restu kepada Bpk/Ibu Guru SD tempat sekolahnya dulu dan juga
sebelum UN dilaksanakan agar minta doa restu kepada semua Guru SMPN 4 Ngawi
serta adik2 kelas 7 dan 8. Semakin banyak yang mendoakan, akan semakin
memperlancar jalannya kemudahan dalam melaksanakan UN yang akan datang (IR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar