Jumat, 04 Januari 2019

KEGIATAN JUMAT DI AWAL SEMESTER GENAP 2018/2019


Bismillahirrahmanirrahim

          Mengawali kegiatan keagamaan di tahun baru 2019 dan awal semester genap tahun pelajaran 2018/2019 ini alhamdulillah kegiatan sholat jum’at telah dilaksanakan oleh kelas 9 dengan penuh khidmat di Masjid Al-Hikmah SMP Negeri 4 Ngawi pada hari ini Jum’at, tanggal 4 Januari 2019 dengan khotib dan Imam Bapak Drs. Irfan Budi Kustanto, MA.

           Kegiatan yang juga dihadiri Kepala Sekolah Bapak Drs. Moch. Darorul Munir, M.Si dan juga Bapak/Ibu Pembina lainnya; dalam khutbahnya Bapak Drs. Irfan Budi Kustanto, MA. yang juga Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 4 Ngawi mengambil tema pembicaraan tentang musibah yang akhir-akhir ini melanda negeri tercinta Indonesia dihubungkan dengan sikap dan perilaku umat manusia.

            Di awal khutbah disampaikan bahwa memang segala sesuatu di dunia ini terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah swt. Namun ketika ayat-ayat Alqur’an dibaca dan dipelajari maka diketahui bahwa sebenarnya kehendak Allah itu tidak lepas dari perilaku dan sikap manusia dalam kehidupan dunia ini. Hal inilah yang perlu direnungkan bersama yang selanjutnya untuk disikapi bagaimana seharusnya perilaku kita umat manusia terhadap ajaran Allah swt dalam kehidupan di alam dunia ini.

            Pada kesempatan ini disampaikan setidaknya ada 5 (lima) hal yang bisa dikatakan sebagai penyebab mengapa musibah di negeri ini terjadi, diantaranya adalah :
1.      Manusia banyak melakukan dosa besar dan maksiyat.
Firman Allah swt :   
Artinya : “Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”  (QS. Surat Yasin : 19 )
Dalam surah Yasin ayat 19 dijelaskan bahwa kemalangan demi kemalangan, musibah yang silih berganti, semua itu terjadi karena banyaknya manusia yang berbuat kelewat batas. Mereka melakukan perbuatan yang melewati batas-batas aturan Allah swt. Mereka melakukan perbuatan keji baik secara sembunyi maupun terang-terangan seperti  zina, minum khamr, berjudi, merampas, merampok, membunuh dan lainnya.
2.      Manusia banyak melakukan kedurhakaan dan kedhaliman
Firman Allah swt :

Artinya :  “Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kedhaliman”.  (QS. Al-Qashash : 59)

Ayat tersebut menerangkan bahwa Allah swt tidak akan menghancurkan suatu daerah, kecuali karena para penduduknya banyak yang berbuat dhalim. Anak durhaka kepada orang tua, istri berani kepada suaminya, banyak perampokan, pembunuhan, dan perzinaan. Kedhaliman dan kedurhakaan yang tidak bertepi ini merupakan pengundang terjadinya bala bencana yang berkesinambungan. Ingat azab yang dialami sejumlah kaum sebelum Rasulullah saw, antara lain kaum ‘Adh, kaum Samuth,  kaum Luth,  dan kaum Nabi Nuh. Mereka oleh Allah swt dihancurkan dengan sehancur-hancurnya karena ulah perbuatan mereka.
3.   Perusakan Alam sekitar manusia
Allah swt berfirman :


Artinya :  “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Ruum : 41)
Surah Ar- Ruum ayat 41 ini mengingatkan bahwa telah tampak kerusakan di daratan dan lautan karena ulah tangan-tangan jahil manusia, agar mereka merasakan akibat perbuatannya dan mereka kembali kepada-Nya. Hutan gundul berakibat banjir dan tanah longsor, buang sampah sembarangan berakibat selokan dan sungai kotor penuh dengan sampah akibatnya banjir pula.
4.      Pemimpin Berbuat Maksiat dan Dhalim Kepada Rakyatnya
Firman Allah swt :


Artinya : Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar mentaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu). (QS. Al-Isra’ : 16)
Siapakah para tokoh Pemimpin itu?  Mereka adalah para pemimpin kita yang diamanahkan kepadanya jabatan yang disumpah dengan Alquran di kepalanya. Demi Allah katanya tidak akan korupsi, tapi ternyata korupsi. Siapa lagi?. Hartawan atau orang-orang kaya yang dengan hartanya mereka berfoya-foya, sombong, maksiat dengan kekayaannya di tengah banyak orang yang menderita. Siapa lagi?. Ulama yang menjual ayat-ayat Allah dengan murah, ayat-ayat disalahgunakan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Naudzubillah min dzalik.
5.      Orang-orang  Baik Berdiam Diri Membiarkan Kemaksiatan dan Kemungkaran.
Firman Allah dalam Alquran Surah al-Anfal ayat 25 :


Artinya  “Takutlah kalian dengan musibah yang tidak hanya menimpa orang yang maksiat, orang yang berbuat zalim, tapi juga kalian yang saleh. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. Al- Anfal : 25)
Bukannya di negeri kita tidak ada orang baik. Banyak orang baik di negeri ini. Tapi mereka lebih memilih diam dan melakukan pembiaran terhadap kejahatan serta kemungkaran terjadi dimana-mana. Maka, masa bodoh dengan kemaksiatan sebenarnya bukanlah sikap seorang Mukmin. Amar ma’ruf nahi mungkar adalah amal cerdas orang yang beriman dan wajib dilakukan agar musibah yang bisa menghancurkan tata kehidupan manusia tidak terjadi lagi.
Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah swt.  Amiin Ya Robbal alamin.  (ir)

2 komentar:

  1. assalamualaikum wr.wb..saya anak kelas 9b mau minta kisi kisi untuk ujian pai
    sekian,terimakasih
    wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum pak saya ank kls 9G
    Mau minta kisi2 untuk ujian agama pak
    Wassalamualaikum

    BalasHapus