Bismillahirrahmanirrahim
Mengawali
kegiatan keagamaan di tahun baru 2019 dan awal semester genap tahun pelajaran
2018/2019 ini alhamdulillah kegiatan sholat jum’at telah dilaksanakan oleh
kelas 9 dengan penuh khidmat di Masjid Al-Hikmah SMP Negeri 4 Ngawi pada hari
ini Jum’at, tanggal 4 Januari 2019 dengan khotib dan Imam Bapak Drs. Irfan Budi
Kustanto, MA.
Kegiatan
yang juga dihadiri Kepala Sekolah Bapak Drs. Moch. Darorul Munir, M.Si dan juga
Bapak/Ibu Pembina lainnya; dalam khutbahnya Bapak Drs. Irfan Budi Kustanto, MA.
yang juga Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 4 Ngawi mengambil tema
pembicaraan tentang musibah yang akhir-akhir ini melanda negeri tercinta
Indonesia dihubungkan dengan sikap dan perilaku umat manusia.
Di awal
khutbah disampaikan bahwa memang segala sesuatu di dunia ini terjadi atas
kehendak dan kekuasaan Allah swt. Namun ketika ayat-ayat Alqur’an dibaca dan
dipelajari maka diketahui bahwa sebenarnya kehendak Allah itu tidak lepas dari
perilaku dan sikap manusia dalam kehidupan dunia ini. Hal inilah yang perlu
direnungkan bersama yang selanjutnya untuk disikapi bagaimana seharusnya
perilaku kita umat manusia terhadap ajaran Allah swt dalam kehidupan di alam
dunia ini.
Pada
kesempatan ini disampaikan setidaknya ada 5 (lima) hal yang bisa dikatakan
sebagai penyebab mengapa musibah di negeri ini terjadi, diantaranya adalah :
1. Manusia banyak melakukan dosa besar dan maksiyat.
Firman Allah swt :
Firman Allah swt :
Artinya : “Mereka (utusan-utusan) itu berkata,
“Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi
peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Surat Yasin : 19 )
Dalam
surah Yasin ayat 19 dijelaskan bahwa kemalangan demi kemalangan, musibah yang
silih berganti, semua itu terjadi karena banyaknya manusia yang berbuat kelewat
batas. Mereka melakukan perbuatan yang melewati batas-batas aturan Allah swt.
Mereka melakukan
perbuatan keji baik secara sembunyi maupun terang-terangan seperti zina, minum khamr, berjudi, merampas,
merampok, membunuh dan lainnya.
2. Manusia banyak melakukan kedurhakaan dan kedhaliman
Firman Allah swt :
Artinya :
“Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum Dia
mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri;
kecuali penduduknya melakukan kedhaliman”. (QS. Al-Qashash : 59)
Ayat tersebut menerangkan bahwa Allah swt tidak akan menghancurkan suatu daerah, kecuali karena para penduduknya banyak yang berbuat dhalim. Anak durhaka kepada orang tua, istri berani kepada suaminya, banyak perampokan, pembunuhan, dan perzinaan. Kedhaliman dan kedurhakaan yang tidak bertepi ini merupakan pengundang terjadinya bala bencana yang berkesinambungan. Ingat azab yang dialami sejumlah kaum sebelum Rasulullah saw, antara lain kaum ‘Adh, kaum Samuth, kaum Luth, dan kaum Nabi Nuh. Mereka oleh Allah swt dihancurkan dengan sehancur-hancurnya karena ulah perbuatan mereka.
3. Perusakan Alam sekitar manusia
Allah swt berfirman :
Allah swt berfirman :
Artinya
: “Telah tampak kerusakan di darat
dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar
mereka merasakan sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS.
Ar-Ruum : 41)
Surah
Ar- Ruum ayat 41 ini mengingatkan bahwa telah tampak kerusakan di daratan dan
lautan karena ulah tangan-tangan jahil manusia, agar mereka merasakan akibat
perbuatannya dan mereka kembali kepada-Nya. Hutan gundul berakibat banjir dan
tanah longsor, buang sampah sembarangan berakibat selokan dan sungai kotor
penuh dengan sampah akibatnya banjir pula.
4. Pemimpin Berbuat Maksiat dan Dhalim Kepada Rakyatnya
Firman Allah swt :
Firman Allah swt :
Artinya : “Dan jika Kami hendak
membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah
di negeri itu (agar mentaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan
di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan
(hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).” (QS. Al-Isra’ : 16)
Siapakah para
tokoh Pemimpin itu? Mereka adalah para
pemimpin kita yang diamanahkan kepadanya jabatan yang disumpah dengan Alquran
di kepalanya. Demi Allah katanya tidak akan korupsi, tapi ternyata korupsi.
Siapa lagi?. Hartawan atau orang-orang kaya yang dengan hartanya mereka berfoya-foya,
sombong, maksiat dengan kekayaannya di tengah banyak orang yang menderita.
Siapa lagi?. Ulama yang menjual ayat-ayat Allah dengan murah, ayat-ayat
disalahgunakan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Naudzubillah
min dzalik.
5. Orang-orang Baik
Berdiam Diri Membiarkan Kemaksiatan dan Kemungkaran.
Firman Allah dalam Alquran Surah al-Anfal ayat 25 :
Firman Allah dalam Alquran Surah al-Anfal ayat 25 :
Artinya
“Takutlah kalian dengan musibah yang
tidak hanya menimpa orang yang maksiat, orang yang berbuat zalim, tapi juga
kalian yang saleh. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.”
(QS. Al- Anfal : 25)
Bukannya
di negeri kita tidak ada orang baik. Banyak orang baik di negeri ini. Tapi
mereka lebih memilih diam dan melakukan pembiaran terhadap kejahatan serta
kemungkaran terjadi dimana-mana. Maka, masa bodoh dengan kemaksiatan sebenarnya bukanlah
sikap seorang Mukmin. Amar ma’ruf nahi mungkar adalah amal cerdas orang yang
beriman dan wajib dilakukan agar musibah yang bisa menghancurkan tata kehidupan
manusia tidak terjadi lagi.
Semoga kita senantiasa dilindungi oleh
Allah swt. Amiin Ya Robbal alamin. (ir)
assalamualaikum wr.wb..saya anak kelas 9b mau minta kisi kisi untuk ujian pai
BalasHapussekian,terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
Assalamualaikum pak saya ank kls 9G
BalasHapusMau minta kisi2 untuk ujian agama pak
Wassalamualaikum